Wisata Amsterdam: Berburu Cenderamata di Bloemenmarkt

KOMPAS.com - Cenderamata atau souvenir merupakan salah satu bagian dari perjalanan seseorang ke luar kota, baik itu perjalanan untuk pekerjaan, berlibur atau maksud lainnya. Sudah kebutuhan manusia di zaman modern sekarang membawa cenderamata saat kembali ke rumah, baik itu untuk kenang-kenangannya sendiri ataupun untuk diberikan kepada keluarga dan teman-temannya.

 

Perjalanan ke Negara Belanda (Netherland atau Holland) salah satu negara di Eropa bagi  kebanyakan orang Indonesia tentunya suatu kesempatan yang berharga. Amsterdam, ibukota Negara Belanda yang merupakan pintu masuk internasional melalui Bandara Udara Schiphol dan juga salah satu kota wisata yang terkenal di Belanda. Sudah tentu banyak turis atau wisatawan yang singgah di Amsterdam akan mencari cenderamata.

 

Belanda terkenal dengan berbagai cenderamata yang khas seperti keju yang pusatnya di Edam, hiasan keramik biru (Delft Blue) di Delft, sepatu khas Belanda (klompen) dan tentunya aneka bentuk souvenir yang menunjukkan simbol Belanda seperti Kincir Angin dan bunga Tulip. Untuk mendapatkan cenderamata tersebut tidak perlu kita mengunjungi pusat pembuatannya yang kadang berlokasi jauh dari Amsterdam, tapi cukup mencari di Amsterdam Centrum.

 

Cenderamata berupa makanan juga tersedia selain keju seperti kue kering Spekulas, Stroopwafels, Onbitjkoek dan tentunya termasuk makanan kecil coklat yang menjadi salah satu oleh-oleh favorit warga Indonesia karena kita ketahui beberapa merek coklat di Indonesia berasal dari Negeri Kincir Angin ini.

Jalan-jalan di Amsterdam terutama di pusat kota (wilayah Centrum Amsterdam) tidak sukar menemukan kios atau toko yang menjual berbagai jenis cenderamata yang khas Belanda ataupun yang unik termasuk yang bernuansa sepak bola karena kepopuleran tim sepak bola Belanda di Piala Dunia. Kios-kios cenderamata khas Belanda terletak di sepanjang jalan antara Central Station Amsterdam dengan Dam Square.

 

Bahkan cenderamata juga dijual di beberapa pertokoan termasuk kue-kue khas Belanda yang dikemas dengan pembungkus yang bernuansa Belanda (seperti kaleng dengan gambar biru Delft). Belanda juga terkenal dengan pelukis terkenal seperti Rembrandt, Van Gogh oleh karena itu ada kios cenderamata yang menjual karya seni lukis yang bisa ditemukan sekitar obyek wisata di Amsterdam.

 

Walaupun demikian, akan lebih mudah mencari cenderamata dengan harga relatif terjangkau dan jenis yang beragam di satu-satunya pasar bunga terapung bunga di Belanda yaitu Bloemenmarkt atauFlower Market.

Pasar terapung Bloemenmarkt terletak di wilayah Centrum Amsterdam sekitar wilayah pertokoan, di salah satu kanal tertua Singel di antara Muntplein dan Koningsplein dan didirikan pada tahun 1862. Di pasar ini terdapat kurang lebih 15 kios yang menjual  bunga, tanaman atau campuran dengan cenderamata Belanda dan yang khusus menjual berbagai cenderamata. Selain itu di sisi depan kios-kios terapung yang berukuran cukup luas bisa dilihat juga toko-toko atau kios cenderamata yang lebih khusus seperti menjual keju, perhiasan hari raya Natal, barang-barang unik (crazy gifts) bahkan ada yang menjual cenderamata dari benua Asia termasuk Indonesia seperti kipas dan payung.

 

Awalnya sampai dengan tahun 1960-an pasar terapung ini hanya menjual tanaman atau pohon yang dibawa dengan perahu-perahu setiap harinya dari luar kota Amsterdam. Lama kelamaan pasar bunga ini menjadi terkenal di kalangan para wisatawan dan akhirnya menjadi salah satu objek wisata yang menjual bunga-bunga potong terutama bunga khas Belanda yaitu Tulip dan juga bunga-bunga lain atau pohon sesuai musimnya. Disamping itu bunga-bunga yang dikeringkan dan juga berbagai macam cenderamata khas Belanda.

 

Cenderamata khas Belanda di pasar bunga terapung ini pada musim panas (summer) akan terlihat lebih beragam dibanding musim lainnya. Pasalnya pada masa ini yang terbanyak jumlah wisatawannya di Belanda khususnya  Amsterdam. Untuk itu jangan lewatkan kunjungan ke pasar terapung Bloemenmarkt jika berada di Belanda pada musim panas.

 

Kios-kios di pasar terapung tidak hanya dimiliki warga asli Belanda tapi juga para pendatang seperti warga India, Timur Tengah yang sudah menjadi warga negara Belanda. Menurut Yordan, salah satu penjual yang juga seorang pendatang dari Timur Tengah mengatakan pasar ini paling ramai saat musim panas. “Turis yang paling banyak membeli cenderamata adalah orang Rusia dan Itali,” katanya. Pada musim panas memang terlihat pasar ini sangat padat atau ramai pengunjungnya dibanding musim dingin. Pada musim dingin, pasar ini banyak menjual pohon-pohon Natal dengan berbagai bentuk dan ukuran.

 

Jenis-jenis cenderamata khas Belanda khususnya keramik dengan hiasan Delft Blue di Bloemenmarkt boleh dikatakan cukup beragam dan lengkap, harganya pun cukup terjangkau mulai dari 2 Euro. Jangan khawatir, yang murah ada lagi, cenderamata seharga 0,75 Euro yaitu gantungan kunci kamera kecil dengan slide gambar-gambar Belanda.

 

Semua harga yang tercantum sudah tidak bisa ditawar sebagaimana tertulis di tempat pajangannya. Tentunya juga ada yang berkualitas sangat baik dan lebih mahal seperti yang dijual di toko-toko cenderamata. Berbagai cenderamata yang bisa ditemukan di pasar ini antara lain kincir angin, bunga tulip dari kayu atau kain silk, sepatu kayu khas Belanda (klompen),  keramik bermotif Delft Blue yang berbentuk rumah khas Belanda atau piring, gelas, hiasan rumah, vas bunga, alat rumah tangga dan juga aneka gantungan kunci. Selain itu ada kulkas magnetic (magnet memo holder) serta hiasan lainnya yang bernuansa Belanda tentunya. Di tempat ini Anda juga bisa menemukan cenderamata lain seperti payung, jas hujan, postcard, kaos dan pot bunga yang  tampak lebih indah karena diwarnai atau dilukis.

 

Jika ingin melihat atau membeli cenderamata Bunga Tulip diluar masa Bunga Tulip berbunga (Maret-Mei) maka di pasar ini bisa ditemukan Bunga Tulip yang terbuat dari kayu, kain silk yang juga beraneka-warna seperti aslinya dan dijual juga bibit-bibit atau bongkol bunga (bulb/bloembollen) yang khusus untuk ekspor serta ada juga yang dikemas lebih indah dengan wadah yang berkhas Belanda seperti dalam sepatu keramik klompen.

 

Akan tetapi  perlu Anda ketahui untuk Bunga Tulip tentunya hanya bisa tumbuh di daerah dingin. Bunga lainnya dan tanaman hidup juga banyak ditemukan di pasar ini bahkan tanaman yang sudah dibuat lebih menarik juga tersedia seperti kaktus yang berwarna-warni , tanaman bonsai dari buah-buahan serta rangkaian bunga dan tanaman di wadah khusus sehingga cocok untuk hadiah. Rangkaian bunga dan tanaman di dalam wadah yang menarik saat ini menjadi salah satu pilihan hadiah warga Belanda.

 

Namun, untuk membawa tanaman atau bunga keluar dari Belanda disarankan mendapatkan izin dari imigrasi dengan mendapatkan cap terlebih dahulu paket bunga tersebut. Pasar bunga ini buka setiap hari Senin sampai dengan Sabtu mulai jam 9 pagi sampai  jam 5.30 sore, sedangkan pada hari Minggu buka jam 11 sampai jam 5.30 sore. Yuk ke Bloemenmarkt…! (Janine Helga Warokka)

http://travel.kompas.com/read/2011/08/06/17261560/Berburu.Cenderamata.di.Bloemenmarkt 

About these ads

4 thoughts on “Wisata Amsterdam: Berburu Cenderamata di Bloemenmarkt

  1. Bagus ceritanya Janine, dan betul pasarnya semarak, aku juga pernah lihat orang2 menelan ikan hareng dekat pasar ini, slurp … hihi. Tetapi untuk cenderamata, setiap pergi seringnya hanya untuk teman2, aku cukup melihat saja, dan betul sekali buka tulipnya bermacam-macam, tetapi aku kurang suka tulip yg artifisial.

    • Thanks Upi…ya sebetulnya cinderamata juga banyak di sekitar centrum..cuma di pasar tersebut lebih menyatu aja…dan banyak pilihannya mulai dari yang murah juga…oh ya bunga Tulip yang artifisial memang kurang menarik, tapi buat ole2 kan lumayan berhubung tidak bisa bawa yang asli kan…

  2. fotonya bagus2, terutama bangunan tuanya, jadi pengin lihat aslinya, ke amsterdam juga…kalo bulan oktober musim dingin ga yaaa…?

    • Thanks pehatiannya ya…bulan Oktober memang sudah mulai dingin tapi belum musim dingin..kalau ke Amsterdam setiap waktu enak koq untuk menikmati bangunan tua dan kanal-kanalnya…kadang lebih unik lagi kalau lagi musim dingin atau ada saljunya, kanal-kanal sudah jadi es…indah sekali melihat hamparan salju diantara bangunan yang berwarna coklat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s