HUT RI ke-66: Perayaan Warga Minahasa di Belanda

KOMPAS.com – Setiap tahunnya, peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Belanda dilaksanakan di rumah kediaman Duta Besar Indonesia yaitu Wisma Duta Wassenaar. Peringatan ini terbuka untuk umum, khususnya seluruh warga negara Indonesia yang berada di Belanda.

Acara dimulai dengan upacara bendera. Lalu dilanjutkan dengan pesta rakyat dan resepsi diplomatik serta serangkaian kegiatan pertandingan olah raga. Tahun ini di tanggal 17 Agustus hanya akan dilaksanakan upacara bendera dan pesta rakyat.

 

Kegiatan lainnya baru dilaksanakan pada bulan September 2011 yaitu setelah bulan puasa berakhir. Tentunya, warga Minahasa (Manado) di Belanda juga banyak yang mengikuti kegiatan tahunan peringatan HUT RI di Belanda.

 

Tahun 2011 ini, Gereja Minahasa Netherland melakukan peringatan HUT Ke-66 RI oleh warga Minahasa di Belanda dengan caranya sendiri. Mereka menggelar bazar sekaligus pertunjukan seni dan hiburan. Acara dilaksanakan di Gereja Onmoeting Hoofdorp Amsterdam pada Sabtu,   13 Agustus 2011, mulai dari siang sampai dengan malam hari.

Pimpinan Gereja Minahasa Netherland Roy Lumanauw, berinisiatif melaksanakan kegiatan peringatan HUT-RI yang baru pertama kali diadakan ini. Sementara itu, kegiatan bazar diketuai oleh Onny Tuwaidan. Acara ini dimaksudkan untuk menggantikan suasana pesta rakyat yang biasanya dinikmati tepat pada Hari Kemerdekaan RI.

 

Selain itu, acara tersebut juga untuk lebih meningkatkan kebersamaan, kekeluargaan, serta rasa kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Warga Minahasa di Belanda lokasinya tersebar di berbagai kota di Belanda. Namun, bagi mereka bukan suatu hambatan untuk mengunjungi bazar yang sekaligus menjadi ajang silahturami serta ungkapan kegembiraan warga Minahasa yang memang dikenal suka berpesta.

 

Kurang lebih 300 orang hadir di acara bazar, baik warga asli Minahasa maupun keturunan dan juga warga asli Belanda yang mempunyai hubungan keluarga atau pertemanan, termasuk juga warga keturunan Indonesia lainnya. Suasana Indonesia sangat terasa di sepanjang acara yang berlangsung di saat cuaca kota Amsterdam dingin dan hujan.

 

Suasana kemerdekaan juga terasa sekali karena ruangan acara dihiasi hiasan merah-putih. Para panitia juga berpakaian merah putih. Ada pula yang yang mengenakan kaus bergambar Pancasila seakan menggambarkan rasa bangga warga Minahasa sebagai warga negara Indonesia.

 

Nuansa Indonesia makin terasa karena di dalam ruangan bazar semua yang berdarah Indonesia khususnya warga Minahasa bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia dengan logat Manado yang sangat kental. Beberapa pertemuan komunitas Indonesia lainnya banyak yang sudah menggunakan bahasa Belanda.

 

Berada di ruangan acara tersebut bagaikan berada di negeri sendiri, Indonesia. Apalagi setelah kita menikmati sajian makanan yang ada di bazar. Sebab, semua makanan yang disajikan adalah khas Indonesia. Sebut saja mulai dari mi bakso, nasi rames, empek-empek palembang dan tentunya kue-kue Indonesia dan khas Manado. Ada juga minuman khas Indonesia yaitu cendol yang tersedia dengan harga terjangkau.

 

Dalam bazar, juga ditawarkan pakaian-pakaian batik dan daerah lainnya. Serta pernak-pernik perhiasan yang bernuansa Indonesia. Warga asli Belanda atau keturunan lainnya terlihat sangat tertarik dengan pakaian bermotif khas Indonesia karena sulit mencarinya di pasaran Belanda. Termasuk juga penjualan VCD dari penyanyi lagu-lagu rohani asal Minahasa yang sudah sangat populer di kalangan warga Kristiani Indonesia Belanda bernama Talita Doodoh. Ia juga hadir mempersembahkan beberapa lagu di acara itu. Rencananya, Talita akan tampil pada acara konser tunggalnya “30 Years Serving God” di Den Haag pada September 2011.

 

Acara berlangsung cukup lama karena para pengunjung tidak hanya menikmati makanan yang ditawarkan ibu-ibu asal Minahasa tetapi juga karena menikmati suasana acara hiburan yang disajikan panitia. Hiburan diisi dengan beberapa penyanyi Minahasa yaitu Talita Doodoh, Nova Mintje, dan juga penyanyi asal Jawa yang cukup terkenal di kalangan warga keturunan Indonesia di Belanda yaitu Yuli Lestari yang menyanyikan lagu-lagu berirama jazz.

 

Para pengunjung juga menikmati kegembiraan dengan turut berdansa sesuai jenis lagunya. Hampir semua jenis dansa seperti poco-poco sampai salsa bisa ditarikan para pengunjung. Tak pandang usia, mulai dari muda sampai yang sudah sangat lanjut usia alias opa-oma Manado. Mereka berdansa dan bernyanyi bersama sampai malam hari. Tentunya diselingi dengan menikmati makanan yang ada di bazaar. Itulah kegembiraan warga Minahasa yang sering dikenal dengan suka pesta-pesta dan suka makan.

Acara hiburan juga dilengkapi dengan atraksi tarian khas Indonesia dari penari asal Jawa yang menarikan tarian penyambutan dari Yogyakarta yang cukup memukau para penonton khususnya warga asli Belanda atau keturunan. Tampil juga tarian Bali yang dibawakan oleh seorang pria Palembang tapi berperilaku seperti wanita. Hal ini menarik perhatian pengunjung karena tarian dibawakan dengan gerakan yang tidak segemulai wanita asli namun mampu menambah kegembiraan penontonnya.

 

Di penghujung acara, panitia menawarkan yang pengunjung untuk membeli lotre atau sejenis undian yang biasa disebut permainan Tombola untuk mendapatkan beberapa barang hasil sumbangan warga Minahasa. Sebelum acara ditutup, panitia mengumumkan dua jago dansa wanita dan pria.

 

Suka cita Kemerdekaan RI ke-66 akan dirayakan kembali bersama dengan umat Kristiani Indonesia yang ada di Belanda dalam suatu Kebaktian Syukur Bersama HUT Kemerdekaan RI Ke-66 yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Umat Kristiani Indonesia Netherland, organisasi di bawah naungan Kedutaan Besar RI di Belanda pada Sabtu, 20 Agustus 2011 di Amsterdam. Sekali merdeka tetap merdeka, Dirgahayu Ke-66 Republik Indonesia. (Janine Helga Warokka)

 

http://travel.kompas.com/read/2011/08/16/19392020/Perayaan.Warga.Minahasa.di.Belanda.

Feast of Minahasa in the Dutch Citizens

COMPASS. com – Each year, the anniversary of Independence of the Republic of Indonesia in the Netherlands held at the residence of the Ambassador of Indonesia Wisma Duta Wassenaar. This memorial is open to the public, especially all Indonesian citizens residing in the Netherlands.

 

The event started with a flag ceremony. Then proceed with the party of the people and the diplomatic reception and a range of sporting activities. This year on August 17 only will be conducted the flag ceremony and festival.

other new activities undertaken in September 2011 ie after the fasting month is over. Of course, the people of Minahasa (Manado) in the Netherlands are also many who follow the activities of the annual anniversary of Indonesia in the Netherlands.

 

In 2011, the Church of Minahasa Netherland doing Anniversary Ke-66 RI by Minahasa in the Dutch citizen in his own way. They held a bazaar as well as performing arts and entertainment. The event held at the Church Onmoeting Hoofdorp Amsterdam on Saturday, August 13, 2011, from noon until night.Church Leader Minahasa Netherland Lumanauw Roy, took the initiative to carry out memorial activities HUT-RI for the first time this was held. Meanwhile, the bazaar is chaired by Onny Tuwaidan. The event was intended to replace the party atmosphere that usually enjoyed the right of the people on Independence Day.

 

In addition, the event also to further enhance the togetherness, family, and a sense of unity as a nation of Indonesia. Residents Minahasa in the Dutch locations spread across various cities in the Netherlands. However, for those not a barrier to visiting the bazaar which also became the arena as well as expressions of joy silahturami Minahasa people who are known for partying.

 

Approximately 300 people attended the event bazaar, either native or descendant of Minahasa and also native Dutch citizens who have family ties or friendship, as well as other citizens of Indonesian descent. Indonesia atmosphere is felt throughout the event which took place in Amsterdam when the weather is cold and rainy.

atmosphere of independence also felt at all because the show room decorated red and white ornaments. The committee also dressed in red and white. There also is wearing a T-shirt with the Pancasila as the Minahasa people describe a sense of pride as a citizen of Indonesia.

 

Shades of Indonesia increasingly felt since the indoor bazaar that bleeds all Minahasa Indonesia especially residents converse in Indonesian with a very thick accent Manado. Some other Indonesian community meeting many of which already use the Dutch language.

 

Being in the show room is like being in their own country, Indonesia. Especially after we enjoy a dish of food in the bazaar. Therefore, all food served is typical of Indonesia. Call it the start of the meatball noodles, rice rames, empek-empek Palembang and of course cakes and typical Manado Indonesia. There is also a typical drink Indonesia is cendol are available at affordable prices.

 

In the bazaar, also offered batik clothing and other areas. Jewelry and knick-knacks nuanced Indonesia. Native of the Netherlands or other breeds look very interested in clothes typical patterned Indonesia because it is difficult to look at the Dutch market. Including sales of VCD from singer hymns from Minahasa is already very popular among Christians Indonesia Dutchman named Talitha Doodoh. He also attended to present a few songs on the show. The plan, Talita will perform at the concert “30 Years Serving God” in The Hague in September 2011.

 

The event lasts long enough for the visitors not only enjoy the food offered Minahasa home mothers but also for enjoying entertainment events presented by the committee. Entertainment filled with some of Talita Doodoh Minahasa singers, Nova Mintje, and also singer of Java is very well known among residents of Indonesian descent in the Netherlands is Yuli Lestari who sang songs of rhythmic jazz.

 

The visitors also enjoy the excitement of dancing in accordance with the co-type of song. Almost all types of poco-poco dance like salsa can be danced to the visitors. No view of age, ranging from young to have a very advanced age Manado aka opa-oma. They danced and sang together until the evening. Of course, interspersed with a meal at the bazaar. That’s the joy of the Minahasa people who are often known by the likes parties and like to eat.

 

event entertainment attractions are also equipped with a typical dance from the dancer from Java Indonesia who danced the dance of welcome from Yogyakarta is quite riveting the audience especially the native Dutch residents or descendants. Shown also Balinese dance performed by a man Palembang but behaves like a woman. This attracted the attention of visitors because of the dance movements performed with the native women segemulai not yet able to increase the excitement of the audience.

 

At the end of the show, the committee offers the visitor to buy a lottery or sweepstakes kind commonly called Tombola game to get some items donated by citizens of Minahasa. Before the show closed, the organizers announced two dance champion of women and men.

 

Joy to the 66th Independence Day will be celebrated again together with Christians in Indonesia in the Netherlands in a Eucharistic Worship Together HUT RI Ke-66 Independence, held by Christians Cooperation Agency Indonesia Netherland, organizations under the auspices of the Embassy in the Netherlands on Saturday, August 20, 2011 in Amsterdam. Once independence remain independent, Ke-66 Long live the Republic of Indonesia. (Janine Helga Warokka)

 

http://9to5musical.com/kompas/feast-of-minahasa-in-the-dutch-citizens/

One thought on “HUT RI ke-66: Perayaan Warga Minahasa di Belanda

  1. Aih kamu pas lagi di Belanda ya Agustus kemarin? Sampai saat ini aku belum sempat ke KBRI Paris untuk acara HUT RI di bulan agustus, spertinya juga semarak. Sepertinya komunitas Indonesia di Belanda banyak dari Indonesia timur, dan keturunan Chinese atau Menado, oh please correct me if I’m wrong. Selalu senang membaca tulisan kamu, salam manis, upi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s